PURWOKERTO, (PRLM).- Tidak punya uang untuk berlebaran, Eko Mulyono (31) Warga Jalan Lodan Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, nekad membeli dan mengedarkan uang palsu. Namun keinginannya untuk kaya mendadak berujung di penjara.
Nasibnya berubah drastis ketika dia ingin membelanjakan upal ke warung kecil milik Dani Kasmita alias Darso (36) di Desa Ciberemdi Sumbang, Banyumas.
Saat itu dia membawa uang palsu belasan lembar dalam pecahan Rp100.000 an. "Saya lalu membeli rokok dan Antangin. Saya bayar dengan upal," jelasnya, di Markas Polres Kamis (11/8).
Tetapi pemilik warung mengetahui akal bulus tersangka. Dani langsung mengejar tersangka mengendarai sepeda motor Honda Vario R 2153 HA. Dani berhasil menghentikannya Polsek Sumbang.
Saat hendak ditangkap, tersangka berusaha membuang dompet. Untuk menghilangkan barang bukti. Namun sial uang yang ada di dompet berhamburan keluar. Tindakannya mengundang kecurigaan polisi, lalu menangkapnya.
Dari tangan tersangka disita barang bukti Rp 7,6 juta upal berupa lembaran Rp 100.000. Dari keterangan tersangka lembaran uang palsu senilai Rp 2.400.000 sudah diedarkan. "Sebagian sudah saya gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dengan istrinya," jelasnya.
Upal tersebut diperoleh dari Semarang di Terminal Terboyo, dengan cara membeli Rp 3,5 juta rupiah asli ditukar Rp 10 juta upal. Menurutnya, uang tersebut untuk kebutuhan lebaran, karena tidak punya uang sehingga nekad mengedarkan upal.
Kepada polisi tersangka mengaku, baru sebulan mengedarkan uang palsu di warung-warung kecil dan pasar tradisional.
Kapolres Banyumas AKBP Untung Widiatmoko mengatakan, polisi sempat ragu sebab kualitas upal hampir mendekati aslinya. Menurutnya, lembaran uang palsu tersebut sangat mirip dengan uang asli. Ia bahkan menyebut uang palsu itu sudah memiliki kualitas satu (KW 1).
"Sangat mirip, uang palsu ini memiliki lima karakter uang asli. Bahkan polisi sempat ragu, kita lalu meminta agar BI mengidentifikasi uang tersebut palsu, seperti yang kita duga sebelumnya.
Dijelaskan, karakter uang palsu tersebut sudah memiliki watermark atau tanda air, terdapat pita atau benang emas, dan ketika diterawang muncul gambar pahlawan. Selain itu, angka nominal uang dibuat menonjol menyerupai uang asli. Bahkan ketika dipindai dengan alat pemindai bisa terbaca.
Kapolres menghimbau agar masyarakat lebih mewaspadai peredaran uang palsu khususnya menjelang Lebaran ini. (A-99/das)***
{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment